Sab. Feb 7th, 2026

Pintu Tol Tarumajaya Dibuka, Nilai Properti di Marunda Terkerek

Pintu Tol Tarumajaya Dibuka, Nilai Properti di Marunda Terkerek

Puncak PopulerPembukaan Pintu Tol Tarumajaya pada akhir pekan lalu membawa angin segar bagi pasar properti di kawasan Marunda, Jakarta Utara. Dengan akses jalan tol yang lebih cepat dan efisien, kawasan yang sebelumnya relatif sepi kini menjadi incaran investor properti dan pengembang.

Sejak diumumkan pembukaannya, banyak pengembang perumahan dan apartemen mulai menawarkan unit baru di Marunda. Harganya pun mengalami kenaikan signifikan, bahkan mencapai 10–15% dibandingkan sebelum tol beroperasi. Analis properti menyebut bahwa tol ini menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus meningkatkan daya tarik Marunda sebagai lokasi hunian dan investasi.

Pintu Tol Tarumajaya menjadi penghubung penting antara Marunda, Cakung, dan pusat kota Jakarta. Waktu tempuh dari Marunda ke kawasan bisnis di Jakarta Timur dan pusat kota kini bisa dipangkas hingga 30 menit.

Menurut Hendra Saputra, analis properti lokal, “Kemudahan mobilitas menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga properti. Kawasan yang sebelumnya dianggap jauh kini menjadi lebih strategis, terutama bagi pekerja yang membutuhkan akses cepat ke pusat kota.”

Sejak tol dibuka, sejumlah pengembang mulai menggaet calon pembeli dengan promo dan paket khusus. Beberapa proyek perumahan menargetkan kelas menengah dan menengah atas, sementara apartemen baru mulai dibangun dengan fasilitas modern untuk menarik investor muda dan profesional muda.

Selain pengembang lokal, investor asing juga mulai mengamati potensi Marunda. Lokasi yang terhubung dengan tol membuat kawasan ini menarik untuk pengembangan mixed-use, perkantoran, dan pusat logistik. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur transportasi langsung memengaruhi minat investor terhadap kawasan tertentu.

Data dari portal properti menunjukkan bahwa rata-rata harga tanah di Marunda naik dari Rp4 juta per meter persegi menjadi sekitar Rp4,6 juta–Rp4,8 juta per meter persegi pasca pembukaan tol. Sementara harga rumah tapak dan cluster perumahan mengalami kenaikan antara 10–15%.

Kenaikan ini juga memengaruhi pasar sewa. Apartemen dan ruko di sekitar Marunda mulai diminati oleh pekerja dan pelaku bisnis logistik, sehingga tarif sewa mengalami peningkatan. Dampak jangka panjangnya adalah munculnya ekosistem ekonomi baru yang mendukung bisnis dan hunian di kawasan tersebut.

Bagi warga Marunda, pembukaan tol memberikan keuntungan sekaligus tantangan. Keuntungan utamanya adalah akses yang lebih mudah ke pusat kota dan potensi kenaikan nilai aset yang dimiliki. Beberapa pemilik tanah bahkan mulai mempertimbangkan untuk menjual atau mengembangkan tanah mereka menjadi hunian modern.

Namun, ada juga kekhawatiran terkait risiko gentrifikasi. Harga properti yang meningkat bisa membuat sebagian warga lama kesulitan mempertahankan hunian mereka, terutama bagi yang bergantung pada biaya sewa lebih rendah. Pemerintah daerah diimbau untuk menyiapkan regulasi dan program kompensasi agar pertumbuhan properti tetap inklusif.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jakarta Utara menyatakan siap mendukung pengembangan Marunda seiring meningkatnya minat properti. Rencana pembangunan fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan akan terus diperluas untuk mendukung pertumbuhan kawasan.

Selain itu, pemerintah juga memastikan transportasi publik, jalur pejalan kaki, dan akses layanan dasar berjalan seiring dengan kenaikan harga properti. Integrasi infrastruktur ini penting agar pertumbuhan kawasan berkelanjutan dan tidak menimbulkan kesenjangan sosial.

Para analis optimistis bahwa pembukaan Pintu Tol Tarumajaya akan terus mendorong pertumbuhan properti di Marunda hingga beberapa tahun ke depan. Kawasan ini berpotensi menjadi hub hunian bagi profesional muda, pekerja industri logistik, dan keluarga kelas menengah yang menginginkan akses mudah ke Jakarta dan sekitarnya.

Pengembang diperkirakan akan melanjutkan proyek-proyek baru, termasuk perumahan bersubsidi, apartemen, dan kawasan mixed-use. Selain itu, peluang investasi di sektor ritel dan jasa juga semakin menarik karena meningkatnya jumlah penghuni dan mobilitas warga.

Meski prospektif, perkembangan Marunda menghadapi beberapa tantangan, seperti risiko kemacetan akibat lonjakan kendaraan, kebutuhan fasilitas publik yang meningkat, dan potensi dampak sosial dari kenaikan harga properti.

Solusinya meliputi pengembangan transportasi publik yang terintegrasi, perencanaan kota yang matang, serta program kompensasi bagi warga terdampak. Pemerintah daerah berencana bekerja sama dengan pengembang untuk menciptakan kawasan yang nyaman, inklusif, dan berkelanjutan.

Pembukaan Pintu Tol Tarumajaya membawa efek domino terhadap nilai properti di Marunda. Kemudahan akses, potensi investasi, dan dukungan pemerintah membuat kawasan ini semakin diminati oleh pengembang, investor, dan masyarakat.

Namun, pertumbuhan ini harus diimbangi dengan perencanaan yang cermat agar manfaatnya bisa dirasakan oleh semua pihak. Jika dikelola dengan baik, Marunda berpotensi menjadi kawasan hunian dan investasi strategis yang modern, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekonomi lokal dan regional.

By Delta

Related Post