PUNCAK POPULER – Kementerian Perindustrian terus memperkuat transformasi industri kecil dan menengah (IKM) agar semakin berdaya saing, berkelanjutan, dan berbasis nilai budaya lokal. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) dengan Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar dalam pengembangan Sustainability and Culture Business Model Canvas (SC-BMC).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, transformasi model bisnis IKM menjadi agenda strategis dalam mendukung Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang menempatkan keberlanjutan, inovasi, dan penguatan identitas lokal sebagai fondasi pengembangan industri nasional.
Kemenperin Pacu Transformasi Model Bisnis Berkelanjutan IKM
Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin menekankan pada aspek kelestarian lingkungan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengambil langkah proaktif untuk memperkuat daya saing industri dalam negeri. Fokus utama saat ini adalah memacu transformasi model bisnis berkelanjutan bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM). Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah keharusan agar IKM nasional mampu bertahan dan menembus pasar internasional yang semakin selektif terhadap produk ramah lingkungan.
Urgensi Transformasi Berkelanjutan
Sektor IKM memegang peranan krusial sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. Namun, di sisi lain, sektor ini juga menghadapi tantangan besar terkait efisiensi sumber daya dan pengelolaan limbah. Kemenperin menyadari bahwa untuk mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2050 di sektor industri, transformasi harus dimulai dari akar rumput.
Model bisnis berkelanjutan atau sustainable business model mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan ke dalam operasional perusahaan. Bagi IKM, hal ini berarti beralih dari pola linier “ambil-buat-buang” menuju pola ekonomi sirkular. Dengan menerapkan prinsip ini, IKM tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap alam, tetapi juga dapat menekan biaya operasional melalui efisiensi energi dan bahan baku.
Langkah Strategis Kemenperin
Untuk mempercepat proses transisi ini, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) telah menyiapkan peta jalan yang komprehensif. Beberapa pilar utama dalam strategi ini meliputi:
- Pendampingan Sertifikasi Industri Hijau: Kemenperin memfasilitasi IKM untuk mendapatkan Sertifikasi Industri Hijau. Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa proses produksi yang dilakukan telah memenuhi standar efisiensi sumber daya yang ketat.
- Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna: Transformasi digital melalui implementasi Industry 4.0 menjadi katalisator penting. Dengan teknologi pemantauan energi dan otomatisasi, IKM dapat meminimalkan pemborosan dalam proses produksi.
- Pengembangan Desain Produk Berkelanjutan: Kemenperin mendorong IKM untuk melakukan inovasi pada kemasan produk yang mudah terurai (biodegradable) serta desain produk yang memiliki masa pakai lebih lama dan dapat didaur ulang.
Membangun Ekosistem Yang Mendukung
Transformasi model bisnis tidak bisa dilakukan oleh IKM sendirian. Kemenperin secara aktif membangun ekosistem yang mendukung, termasuk akses terhadap pembiayaan hijau (green financing). Banyak lembaga keuangan kini mulai melirik IKM yang memiliki profil keberlanjutan yang baik untuk diberikan pinjaman dengan bunga rendah.
Selain itu, aspek pemasaran juga menjadi fokus. Melalui program e-Smart IKM, Kemenperin membantu para pelaku usaha untuk memasarkan produk “hijau” mereka ke pasar digital yang lebih luas. Konsumen generasi milenial dan Gen Z saat ini menunjukkan kecenderungan kuat untuk memilih produk yang memiliki narasi keberlanjutan, dan ini adalah peluang besar bagi IKM yang sudah bertransformasi.
Tantangan Dan Harapan Ke Depan
Tentu saja, perjalanan menuju model bisnis berkelanjutan tidaklah mudah. Kendala biaya investasi awal untuk mesin ramah lingkungan dan keterbatasan pengetahuan teknis sering kali menjadi hambatan. Namun, dengan edukasi yang konsisten dan dukungan kebijakan dari pemerintah, tantangan ini secara bertahap dapat diatasi.
Kemenperin optimis bahwa IKM Indonesia memiliki kreativitas yang luar biasa untuk beradaptasi. Dengan beralih ke model bisnis berkelanjutan, IKM kita tidak hanya akan menjadi pahlawan ekonomi lokal, tetapi juga menjadi bagian dari solusi global dalam menjaga bumi.
Transformasi ini adalah investasi jangka panjang. IKM yang hari ini berani berubah adalah IKM yang akan memimpin pasar di masa depan. Dukungan penuh dari pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk memastikan transisi ini berjalan mulus dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan bangsa.

