Rab. Feb 4th, 2026

Elme Communities Jalin Perjanjian untuk Menjual Tiga Properti Senilai $155 Juta

Elme Communities Jalin Perjanjian untuk Menjual Tiga Properti Senilai $155 Juta

Puncak Populer Elme Communities (NYSE: ELME), sebuah real estate investment trust (REIT) asal Amerika Serikat, mengumumkan pada 23 Januari 2026 bahwa pihaknya telah menandatangani perjanjian pembelian dan penjualan untuk tiga dari sepuluh properti yang tersisa, yang diperkirakan akan menghasilkan sekitar $155 juta dalam pendapatan kotor. Langkah ini adalah bagian dari pelaksanaan Plan of Sale and Liquidation yang disetujui pemegang sahamnya pada akhir tahun lalu, dan menandai fase penting dalam upaya likuidasi aset perusahaan.

Perjanjian tersebut mencakup tiga aset properti multifamily, yakni Elme Sandy Spring dan Elme Marietta di Georgia serta Elme Watkins Mill di Maryland. Ketiga transaksi ini dijadwalkan akan ditutup pada kuartal pertama 2026, dengan syarat pemenuhan kondisi penutupan umum, termasuk persyaratan regulasi lokal khususnya di Maryland.

Strategi Likuidasi: Dari Portofolio Besar ke Penjualan Bertahap

Rencana likuidasi Elme Communities bukan hal yang tiba‑tiba. Pada November 2025, perusahaan telah menjual 19 properti multifamily miliknya kepada afiliasi Cortland Partners LLC dengan nilai sekitar $1,6 miliar transaksi terbesar dalam sejarah perusahaan yang sekaligus menjadi pemicu utama dilanjutkannya proses penjualan sisa aset.

Rencana penjualan tiga properti terbaru ini adalah bagian dari upaya untuk menyelesaikan seluruh penjualan aset yang tersisa selambat‑lambatnya pada pertengahan 2026. Elme terus memasarkan tujuh properti yang masih dipegang, termasuk dua properti tambahan di Maryland, satu properti di Georgia, kantor tunggalnya di Watergate 600 di Washington D.C., serta beberapa aset lainnya. Pemasaran untuk Riverside Apartments juga dijadwalkan dimulai akhir Januari ini.

Dalam proses likuidasi ini, Elme juga telah melakukan penyusunan kembali struktur utang, termasuk pengaturan term loan senior senilai $520 juta dengan Goldman Sachs Bank USA yang dimaksudkan untuk dibiayai kembali melalui hasil penjualan aset yang masih ada.

Estimasi Distribusi Likuidasi kepada Pemegang Saham

Transaksi penjualan tiga properti ini memiliki dampak langsung terhadap perkiraan total distribusi likuidasi kepada pemegang saham. Elme sebelumnya telah membayarkan distribusi likuidasi awal sebesar $14,67 per saham pada awal Januari 2026, mengikuti hasil penjualan portofolio besar pada November 2025.

Dengan penjualan aset sisa yang sedang berlangsung, perkiraan distribusi likuidasi tambahan diperkirakan berkisar antara $2,35 hingga $2,80 per saham. Ini membuat total distribusi likuidasi yang kini diproyeksikan menjadi antara $17,02 dan $17,47 per saham, turun dari estimasi sebelumnya di kisaran $17,40 hingga $18,32 per saham berdasarkan rencana awal. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh penyesuaian nilai dari beberapa aset lainnya yang dipasarkan, termasuk Riverside Apartments dan properti di Washington D.C., serta kondisi pasar saat ini.

Perubahan perkiraan ini menjadi indikator dinamika pasar real estate di lokasi‑lokasi tersebut, serta sejauh mana minat pembeli terhadap properti multifamily di tengah kondisi ekonomi makro dan permintaan yang bervariasi.

Kinerja Saham dan Perspektif Nilai Aset

Pada saat pengumuman, saham Elme diperdagangkan sekitar $2,96 per lembar dengan kapitalisasi pasar sekitar $259,23 juta. Data keuangan InvestingPro menunjukkan bahwa perusahaan memiliki rasio Price/Book yang rendah di angka 0,29, yang mengindikasikan bahwa nilai buku aset‑nya masih jauh lebih tinggi dibandingkan harga pasarnya saat ini sebuah sinyal bahwa aset perusahaan mungkin dinilai lebih tinggi daripada yang tercermin dalam harga sahamnya.

Namun, situasi ini juga mencerminkan dampak dari proses likuidasi itu sendiri. Ketika sebuah REIT memutuskan untuk menjual aset secara bertahap, harga saham sering kali mencerminkan ekspektasi pasar terhadap distribusi likuidasi serta persepsi risiko terhadap kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan penjualan asetnya secara efisien.

Selain itu, laporan keuangan juga menunjukkan bahwa Elme tidak mencatat keuntungan dalam 12 bulan terakhir, meskipun sahamnya menunjukkan momentum harga positif dengan pengembalian sekitar 25,33% selama enam bulan terakhir. Hal ini menunjukkan adanya minat investor terhadap potensi distribusi likuidasi yang cukup signifikan meskipun fundamental profit perusahaan belum menunjukkan performa positif.

Perubahan Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

Selain aktivitas penjualan aset, Elme juga mengumumkan perkembangan dalam struktur pimpinan perusahaan sebagai bagian dari proses likuidasi. Dua anggota dewan Ellen M. Goitia dan Ron D. Sturzenegger mengumumkan rencana pengunduran diri mereka setelah pengajuan Laporan Tahunan 2025, selaras dengan penyesuaian ukuran dewan yang dilakukan untuk memfokuskan kegiatan pada penjualan aset dan pengelolaan likuidasi. Selain itu, Chief Financial Officer saat ini, Steven M. Freishtat, juga dijadwalkan akan mundur, dan W. Drew Hammond, Chief Administrative Officer, akan mengambil alih peran tersebut.

Perubahan ini dipandang sebagai penataan ulang manajemen yang bertujuan untuk menyederhanakan struktur operasional selama fase akhir likuidasi, sekaligus meminimalkan biaya dan risiko pada tahap transisi ini.

Tantangan dan Harapan di Sisa Proses Likuidasi

Meskipun tiga perjanjian penjualan baru ini merupakan langkah penting, Elme masih menghadapi tantangan terutama dalam mempertahankan nilai penjualan dari tujuh properti lainnya di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi, serta dalam menyelesaikan seluruh transaksi sebelum target pertengahan 2026. Proses ini mencakup kebutuhan untuk menjual Watergate 600 kantor komersial tunggal milik Elme yang secara karakteristik berbeda dari portofolio properti multifamily lainnya, sehingga memerlukan strategi pemasaran yang lebih spesifik.

Bagi para investor, perkembangan ini menjadi indikator penting mengenai nilai akhir yang mungkin mereka terima dari hasil likuidasi serta kejelasan arah perusahaan di masa mendatang. Jika sisa aset dapat dijual sesuai rencana, total distribusi likuidasi yang dibayarkan bisa menjadi hasil yang menarik meskipun di tengah penurunan estimasi distribusi baru‑baru ini.

By Delta

Related Post