Kam. Feb 12th, 2026

Solo Travelling Menjadi Tren Liburan Favorit

Solo Travelling Menjadi Tren Liburan Favorit

Puncak Populer – Solo travelling kini semakin diminati dan menjadi salah satu tren liburan favorit, terutama di kalangan anak muda. Hal itu disampaikan oleh Dika seorang penggemar solo travelling pada program acara Spada, Pro 2 RRI Sibolga pada Minggu, 8 Februari 2026. Konsep bepergian sendiri tanpa ditemani keluarga atau teman dianggap memberi kebebasan lebih dalam menentukan tujuan, waktu, hingga aktivitas selama perjalanan.

Biasanya tren bepergian sendiri ini juga sangat cocok dengan para introvert yang memang ingin menikmati moment tanpa kehadiran orang lain,” Ujarnya. Tren ini juga didorong oleh kemudahan akses informasi wisata melalui media sosial dan platform digital. Bepergian sendiri sekarang gak se-ekstrem yang dulu, kalau dulu solo travelling dianggap berani karena kan belum ada GPS, Ungkapnya.

Mengapa Solo Travelling Menjadi Tren Liburan Favorit

Beberapa dekade lalu, ide bepergian sendirian ke tempat asing mungkin dianggap sebagai hal yang mengintimidasi atau bahkan menyedihkan bagi sebagian orang. Namun, memasuki tahun 2026, paradigma tersebut telah bergeser secara radikal. Solo travelling atau perjalanan tunggal kini dinobatkan sebagai salah satu tren liburan paling favorit dan berkembang pesat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Fenomena ini bukan lagi sekadar pelarian bagi mereka yang tidak memiliki teman perjalanan, melainkan sebuah pilihan gaya hidup yang sadar akan pentingnya kebebasan, penemuan diri, dan fleksibilitas total.

Kebebasan Mutlak Dalam Menentukan Narasi

Salah satu alasan utama mengapa solo travelling begitu digemari adalah aspek kebebasan. Dalam perjalanan berkelompok, kompromi adalah kewajiban—mulai dari memilih restoran, menentukan jam bangun tidur, hingga destinasi yang akan dikunjungi. Bagi seorang solo traveller, kendali penuh ada di tangan mereka.

Kebebasan ini memberikan kepuasan psikologis yang mendalam. Jika Anda ingin menghabiskan waktu lima jam hanya untuk membaca buku di kafe kecil di sudut Ubud, atau mendadak mengubah rencana perjalanan dari mendaki gunung menjadi bersantai di pesisir pantai, tidak ada yang akan menghalangi. Di tengah dunia yang penuh dengan tuntutan sosial, kemampuan untuk mendengarkan keinginan diri sendiri tanpa gangguan adalah kemewahan yang dicari banyak orang.

Transformasi Diri Dan Pengembangan Karakter

Lebih dari sekadar rekreasi, bepergian sendirian adalah ujian ketangguhan. Saat berada di wilayah yang asing tanpa pendamping, seseorang dipaksa untuk keluar dari zona nyaman. Hal ini mencakup kemampuan navigasi, komunikasi dengan orang asing yang berbeda budaya, hingga pengambilan keputusan cepat dalam situasi darurat.

Proses inilah yang memicu pengembangan karakter yang signifikan. Banyak orang yang kembali dari solo travelling merasa lebih percaya diri dan memiliki perspektif yang lebih luas terhadap kehidupan. Mereka belajar bahwa “kesepian” dan “kesendirian” adalah dua hal yang sangat berbeda. Kesendirian dalam perjalanan justru membuka ruang untuk refleksi mendalam yang jarang didapatkan dalam hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.

Peran Teknologi Sebagai Jembatan Keamanan

Meningkatnya tren ini juga didorong oleh kemajuan teknologi digital yang luar biasa. Jika dulu tersesat adalah ketakutan utama, kini aplikasi peta real-time, penerjemah bahasa instan, hingga platform pemesanan transportasi daring membuat dunia terasa lebih kecil dan aman.

Selain itu, komunitas solo traveller di media sosial memberikan rasa aman melalui berbagi informasi, tip keamanan, hingga rekomendasi penginapan ramah solo traveller seperti hostel atau homestay. Fitur keamanan pada smartphone yang memungkinkan berbagi lokasi secara langsung kepada keluarga di rumah juga meminimalisir risiko, memberikan ketenangan pikiran bagi pelancong maupun orang-orang terdekatnya.

Dampak Pada Industri Pariwisata

Industri pariwisata pun merespons tren ini dengan sangat positif. Kini semakin banyak hotel yang menyediakan kamar single dengan harga kompetitif, restoran dengan meja khusus untuk pelanggan tunggal, hingga paket tur yang dirancang khusus untuk mempertemukan para pelancong tunggal lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa segmen pasar ini memiliki daya beli dan pengaruh yang signifikan terhadap ekonomi kreatif.

By Delta

Related Post