Puncak Populer — Keinginan untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap rusun subsidi (rumah susun subsidi) mengemuka dalam rapat koordinasi yang diadakan oleh Komite Perumahan dan Pengembangan Kawasan (KDM) hari ini. Dalam usulannya, KDM meminta agar rusun subsidi lebih dikenalkan dengan sebutan apartemen agar memberikan kesan positif dan meningkatkan daya tarik bagi masyarakat, khususnya kaum urban. Usulan ini, yang telah diterima oleh Wakil Ketua Umum KDM, Ara Putra, akan segera disampaikan kepada Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, yang juga memiliki perhatian besar terhadap sektor perumahan dalam program pemerintah.
Usulan KDM: Mengubah Citra Rusun Subsidi Menjadi Apartemen
Salah satu isu yang sering dihadapi oleh perumahan subsidi adalah stigma negatif yang melekat pada istilah rusun. Banyak masyarakat yang menganggap rusun subsidi sebagai tempat tinggal yang kurang nyaman dan tidak representatif. Untuk itu, KDM, yang terdiri dari berbagai pihak yang berfokus pada pengembangan perumahan, mengusulkan agar rusun subsidi diganti namanya menjadi apartemen. Menurut mereka, perubahan nama ini akan memberikan dampak besar pada persepsi publik tentang kualitas dan kenyamanan tempat tinggal subsidi yang disediakan oleh pemerintah.
“Selama ini, ‘rusun’ sering dipandang sebelah mata, padahal fasilitas dan kualitasnya sudah cukup baik untuk menunjang kebutuhan tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan menggunakan istilah ‘apartemen’, kita bisa menunjukkan bahwa tempat ini layak dihuni dan memiliki kualitas setara dengan apartemen-apartemen yang ada di kawasan perkotaan,” ujar Ara Putra, Wakil Ketua Umum KDM, dalam sebuah wawancara usai rapat.
Pentingnya Perubahan Persepsi tentang Rumah Subsidi
Menurut Ara, perubahan persepsi ini sangat penting, mengingat sektor perumahan subsidi saat ini masih mengalami berbagai tantangan, baik dalam hal pembangunan maupun penerimaan masyarakat. Salah satu tantangan utama adalah rendahnya minat masyarakat terhadap rusun subsidi, meskipun pemerintah telah menyediakan fasilitas yang relatif baik dengan harga yang terjangkau.
“Jika kita bisa merubah stigma ini, banyak orang yang mungkin awalnya enggan untuk tinggal di rusun subsidi, sekarang akan mempertimbangkan untuk memilihnya. Dengan menyebutnya ‘apartemen’, kita memberikan citra yang lebih modern dan sesuai dengan perkembangan zaman,” tambah Ara.
Selain itu, Ara juga menekankan bahwa perubahan nama ini diharapkan dapat menarik investor untuk lebih banyak berpartisipasi dalam pembangunan perumahan subsidi. Di beberapa negara berkembang, istilah ‘apartemen’ telah berhasil mengubah persepsi pasar terhadap hunian dengan harga terjangkau, sehingga memotivasi lebih banyak pihak untuk berinvestasi dalam proyek-proyek perumahan.
Ara Sampaikan Usulan ke Prabowo: Dukungan dari Pemerintah
Usulan yang disampaikan oleh KDM ini, menurut Ara, akan segera disampaikan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Meskipun Prabowo dikenal lebih banyak terlibat dalam urusan pertahanan negara, belakangan ini beliau juga menunjukkan perhatian besar terhadap sektor perumahan, khususnya yang menyangkut kesejahteraan rakyat.
Dalam beberapa kesempatan, Prabowo telah menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan setiap lapisan masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah, dapat memperoleh tempat tinggal yang layak dan terjangkau.
“Perumahan adalah salah satu hak dasar setiap warga negara. Kami ingin memastikan bahwa mereka yang memiliki penghasilan terbatas tetap bisa tinggal di rumah yang layak dan nyaman,” ungkap Prabowo dalam berbagai forum.
Ara berharap bahwa Prabowo dapat memberikan dukungan terhadap perubahan nama rusun subsidi menjadi apartemen. Dukungan ini, diharapkan, akan mempermudah implementasi kebijakan tersebut di tingkat pemerintahan dan mendorong lembaga-lembaga terkait untuk lebih serius dalam merancang perumahan subsidi yang memenuhi standar kualitas yang diinginkan.
Dampak Positif dari Perubahan Nama dan Citra Rusun Subsidi
Beberapa kalangan berpendapat bahwa perubahan nama rusun subsidi menjadi apartemen bisa membawa dampak positif, terutama dalam hal peningkatan harga jual dan persepsi masyarakat terhadap hunian dengan harga terjangkau. Salah satu dampak positif yang diharapkan adalah peningkatan minat kalangan muda, khususnya pasangan muda yang baru memulai kehidupan keluarga, untuk memilih tinggal di rusun subsidi yang kini sudah lebih dikenal dengan nama apartemen.
“Sebutan apartemen lebih mengundang rasa percaya diri dan kenyamanan bagi mereka yang sebelumnya ragu untuk tinggal di rusun. Selain itu, ini juga bisa mengurangi anggapan bahwa rusun adalah tempat tinggal yang tidak nyaman atau sempit,” ujar Hana Sutriadi, seorang pengembang properti yang juga hadir dalam rapat koordinasi KDM.
Selain itu, perubahan nama ini juga diharapkan dapat membantu mendorong perubahan dalam pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung rusun subsidi. Jika dilihat dari segi desain dan fasilitas yang disediakan, banyak rusun subsidi yang sudah cukup modern dan layak disebut apartemen, dengan fasilitas seperti pusat kebugaran, ruang terbuka hijau, dan sistem keamanan 24 jam. Dengan demikian, perubahan nama menjadi apartemen dianggap dapat mencerminkan kualitas tersebut.
Tantangan dan Prospek ke Depan
Namun, meskipun perubahan nama menjadi apartemen dianggap sebagai langkah positif, tantangan besar tetap ada. Salah satunya adalah keterbatasan lahan yang semakin sempit di kawasan perkotaan. Hal ini berpotensi membuat harga tanah dan biaya pembangunan semakin tinggi, sehingga membuat pengembang kesulitan untuk tetap menjaga harga jual yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Untuk mewujudkan rusun subsidi yang disebut apartemen ini, pemerintah harus memastikan ada kebijakan yang dapat mendukung pengembangan kawasan perumahan dengan harga terjangkau, seperti insentif pajak atau penyediaan lahan yang lebih luas,” ujar Denny Purnama, seorang pakar perumahan yang juga memberikan pandangan dalam rapat tersebut.
Selain itu, meskipun perubahan nama bisa merubah persepsi masyarakat, hal tersebut juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pengelolaan dan perawatan rusun subsidi. Tanpa pengelolaan yang baik, kualitas hunian akan cepat menurun, sehingga istilah ‘apartemen’ pun tidak akan bermakna banyak bagi penghuninya.
Langkah Menuju Perubahan Citra Perumahan Subsidi
Usulan KDM untuk mengganti nama rusun subsidi menjadi apartemen menunjukkan adanya keseriusan dalam memperbaiki citra perumahan subsidi di mata publik. Langkah ini, jika didukung oleh kebijakan yang tepat dari pemerintah, berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor perumahan di Indonesia. Dengan dukungan dari Menteri Prabowo Subianto dan lembaga terkait, perubahan ini bisa menjadi awal dari langkah besar dalam menciptakan hunian layak bagi seluruh lapisan masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup bagi warga berpenghasilan rendah.
Penerimaan masyarakat terhadap rusun subsidi yang kini disebut apartemen diharapkan dapat mengurangi kesenjangan sosial dalam hal akses terhadap tempat tinggal yang nyaman, serta memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi daerah.

