Puncak Populer — Pemerintah Kabupaten Temanggung bersama Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memperkenalkan dan menerapkan teknologi plasma ozon kepada petani setempat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan daya simpan hasil pertanian. Teknologi ini mulai diperkenalkan di Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, serta menjadi bagian dari strategi lokal dalam mengatasi pembusukan pascapanen produk hortikultura seperti sayuran dan buah‑buahan. Penerapan inovasi teknologi ini dinilai memberi harapan baru bagi pelaku pertanian di wilayah yang dominan bercocok tanam.
Teknologi Plasma Ozon: Solusi Inovatif untuk Pertanian
Plasma ozon merupakan teknologi berbasis gas ozon (O3) yang dihasilkan melalui proses plasma, yang memiliki sifat sebagai agen disinfektan alami. Teknologi ini dikembangkan oleh peneliti Undip dan dirancang khusus untuk mencegah pembusukan produk pertanian serta memperpanjang masa simpan hasil panen tanpa merusak kualitas produk. Generator plasma ozon ini dipasang pada sistem cold storage berkapasitas dua ton, memungkinkan petani untuk menyimpan komoditas hasil panen dalam kondisi lebih optimal.
Gas ozon yang diproduksi berfungsi untuk membunuh mikroorganisme penyebab pembusukan dan mengurangi residu pestisida pada hasil pertanian. Prosesnya sederhana: hasil panen direndam selama lima hingga sepuluh menit dalam sistem yang menggunakan plasma ozon, sehingga mikroorganisme yang merugikan dapat dihilangkan dan masa simpan produk bisa diperpanjang hingga satu bulan.
Pengenalan Teknologi kepada Petani
Pengenalan teknologi plasma ozon di Temanggung dimulai dari kegiatan forum dan diskusi yang melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Temanggung bersama para ahli dari Undip. Diskusi ini diikuti oleh ratusan petani yang berharap dapat memanfaatkan teknologi dalam mengatasi persoalan pascapanen, khususnya pembusukan hasil hortikultura.
Dalam forum tersebut, para peneliti menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan produk hortikultura bertahan lebih lama tanpa pembekuan, sehingga kualitas produk tetap terjaga. Hal ini membuka peluang baru bagi petani untuk tidak menjual hasil panen secara terburu‑buru ketika harga pasar rendah, tetapi menunggu hingga harga lebih menguntungkan.
Dampak bagi Peningkatan Nilai Jual Produk
Menurut Guru Besar Ilmu Ekonomi Undip, Firmansyah, penerapan teknologi plasma ozon tidak hanya mengurangi pembusukan, tetapi juga dapat menghilangkan residu pestisida sehingga produk bisa dikategorikan mendekati organik setelah proses pencucian ozon. Dengan kondisi ini, nilai jual produk pertanian bisa meningkat secara signifikan di pasar modern.
Ia menjelaskan bahwa jika sebelumnya produk dijual dengan harga sekitar Rp25 ribu per unit, setelah diproses dengan teknologi plasma ozon dan memenuhi standar pasar modern, harga jual bisa melonjak menjadi Rp35 ribu hingga Rp50 ribu. Peningkatan nilai jual ini memungkinkan petani memperoleh margin keuntungan lebih tinggi serta memperluas akses pasar hasil pertanian.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menyambut baik penerapan teknologi plasma ozon tersebut. Ia menilai inovasi ini menjadi salah satu opsi strategis bagi petani untuk menunda penjualan hasil panen ketika harga di pasar sedang rendah, sehingga pendapatan petani bisa lebih stabil dan tidak terpengaruh fluktuasi harga jangka pendek.
Menurut Agus Setyawan, alat plasma ozon ini dapat ditempatkan di beberapa titik di Kabupaten Temanggung agar petani lebih mudah mengakses teknologi tersebut. Penyebaran teknologi ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Integrasi dengan Teknologi Lain untuk Pertanian Modern
Selain plasma ozon, Undip juga menyerahkan alat pengering surya kepada pemerintah daerah untuk mendukung ketahanan pangan. Alat pengering surya berfungsi untuk mengolah hasil pertanian pascapanen sehingga dapat diproses menjadi produk olahan atau disimpan lebih efektif. Kombinasi penggunaan plasma ozon dan pengering surya diharapkan mampu memberikan manfaat ganda bagi petani, yaitu meningkatkan masa simpan sekaligus mengolah produk secara lebih efisien.
Teknologi ini tidak hanya membantu petani di Temanggung, tetapi juga telah diterapkan di beberapa wilayah lain di Jawa Tengah. Pada beberapa daerah seperti Magelang, Wonosobo, dan Semarang, teknologi serupa telah digunakan untuk meningkatkan kualitas produk hortikultura dan memperpanjang masa simpan hasil panen.
Tantangan dan Harapan Petani
Meskipun teknologi ini menawarkan banyak keuntungan, ada sejumlah tantangan implementasi yang harus dihadapi. Salah satunya adalah kesiapan petani dalam mengenali dan menerapkan teknologi baru yang mungkin memiliki kurva pembelajaran. Selain itu, biaya awal untuk pengadaan alat plasma ozon dan cold storage harus diperhitungkan, terutama bagi kelompok tani kecil. Namun, dukungan pemerintah dan penyuluhan intensif diyakini mampu mengatasi tantangan tersebut secara bertahap.
Para petani mengungkapkan harapan besar bahwa teknologi ini dapat meningkatkan daya saing produk mereka di pasar yang lebih luas, termasuk pasar modern dan distribusi luar daerah. Dengan kualitas produk yang lebih baik dan masa simpan yang lebih panjang, petani di Temanggung berharap dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Masa Depan Pertanian Lebih Modern
Penerapan teknologi plasma ozon di Temanggung merupakan langkah nyata dalam modernisasi pertanian pascapanen. Teknologi ini membantu petani dalam menjaga kualitas produk, memperpanjang masa simpan hasil panen, serta meningkatkan nilai jual di pasar. Dukungan pemerintah dan kolaborasi dengan institusi riset seperti Undip menunjukkan upaya terintegrasi dalam memperkuat sektor pertanian di tingkat lokal. Inovasi ini menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat menjawab tantangan pertanian tradisional dan membuka peluang bagi kesejahteraan petani.

