PUNCAK POPULER – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Memasuki pertengahan Februari 2026, dinamika atmosfer menunjukkan adanya peningkatan aktivitas awan konvektif yang signifikan. Berdasarkan data pemantauan satelit terbaru, terdapat 14 wilayah yang masuk dalam kategori waspada hujan sangat lebat, serta 5 kota besar yang memiliki potensi tinggi terjadinya badai petir dan kilat.
Daftar 14 Wilayah Waspada Hujan Sangat Lebat
Berikut adalah rincian wilayah dan panduan keselamatan bagi masyarakat yang berada di zona terdampak. Hujan dengan intensitas sangat lebat (di atas 100 mm per hari) berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, dan genangan air yang luas. Berikut adalah provinsi dan wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan:
- Aceh (Bagian Barat dan Selatan): Fokus pada wilayah pesisir.
- Sumatera Utara: Terutama di area pegunungan Bukit Barisan.
- Sumatera Barat: Waspada longsor di jalur lintas Sumatera.
- Riau dan Kepulauan Riau: Potensi curah hujan tinggi disertai angin kencang.
- Bengkulu: Risiko banjir di daerah aliran sungai.
- Jawa Barat: Meliputi Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.
- Jawa Tengah: Terutama wilayah pesisir selatan dan pegunungan tengah.
- Jawa Timur: Waspada di wilayah Malang Raya dan Banyuwangi.
- Kalimantan Barat: Risiko banjir luapan sungai Kapuas.
- Kalimantan Tengah: Hujan lebat yang berdurasi lama.
- Sulawesi Selatan: Fokus pada wilayah Makassar dan sekitarnya.
- Sulawesi Utara: Waspada di area Manado dan Minahasa.
- Maluku: Terutama di wilayah kepulauan bagian tengah.
- Papua Tengah: Intensitas hujan tinggi di wilayah dataran tinggi.
BMKG menekankan bahwa wilayah-wilayah di atas memiliki indeks curah hujan yang melampaui batas normal harian, sehingga drainase perkotaan dan kondisi tanggul sungai harus dipantau secara ketat.
5 Kota Berpotensi Badai Petir Dan Kilat
Selain curah hujan yang tinggi, aktivitas kelistrikan di atmosfer terpantau sangat aktif di atas lima kota besar ini. Fenomena petir ini biasanya muncul pada sore hingga menjelang malam hari dengan intensitas yang rapat.
- Medan: Pertemuan massa udara lembap memicu awan Cumulonimbus yang tebal.
- Palembang: Suhu permukaan yang panas di siang hari memicu ketidakstabilan atmosfer yang kuat di sore hari.
- Tangerang Raya: Sebagai wilayah penyangga, Tangerang diprediksi mengalami petir frekuensi tinggi yang berisiko mengganggu jaringan listrik dan komunikasi.
- Semarang: Waspada petir yang disertai angin kencang (puting beliung) di sekitar wilayah pesisir.
- Makassar: Adanya perlambatan kecepatan angin menciptakan penumpukan awan petir di atas wilayah kota.
Panduan Keselamatan Masyarakat
Menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu ini, masyarakat diimbau untuk melakukan langkah-langkah mitigasi berikut:
- Hindari Tempat Terbuka: Jika terjadi petir, segera cari perlindungan di dalam bangunan yang kokoh. Hindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau tiang listrik.
- Cabut Perangkat Elektronik: Saat badai petir melanda, segera cabut kabel perangkat elektronik sensitif untuk menghindari kerusakan akibat lonjakan arus listrik.
- Pantau Jalur Logistik: Bagi pengendara, hindari memaksakan diri melintasi genangan air yang tidak diketahui kedalamannya dan waspadai pohon tumbang.
- Kebersihan Lingkungan: Pastikan selokan dan saluran air di lingkungan rumah bebas dari sampah agar tidak terjadi luapan air yang merusak properti.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan pengecekan pada infrastruktur kritis seperti pompa air dan pintu retensi banjir. Pantau terus informasi cuaca terkini melalui aplikasi resmi BMKG atau kanal informasi bencana setempat untuk mendapatkan data real-time.

